Upaya Ganti Joe Biden di Pilpres AS Bergulir, 4 Tokoh Senior Demokrat Gelar Pertemuan
Joe Biden. (AFP)
Washington, Beritasatu.com - Surat kabar di Amerika Serikat (AS) melaporkan, upaya untuk mengganti Joe Biden di pemilihan presiden (pilpres) AS pada November mendatang telah bergulir. Diketahui, sudah ada empat anggota parlemen senior dari Partai Demokrat ingin Biden berhenti mencalonkan diri.
Mereka telah menyatakan pendapatnya bahwa Presiden Biden tidak boleh mewakili partainya dalam pencalonan Gedung Putih tahun ini.
Keempat tokoh senior Demokrat yang kini berada di DPR AS itu telah menggelar pertemuan pada Minggu (7/7/2024). Mereka adalah Jerry Nadler, Mark Takano, Joe Morelle, dan Adam Smith.
Mereka menyuarakan dukungan untuk mengubah kandidat capres. Keempat anggota parlemen ini merupakan anggota senior dari komite-komite penting di DPR termasuk Komite Kehakiman, Komite Administrasi, Komite Urusan Veteran dan Komite Angkatan Bersenjata.
"Mereka semua berpikir kita perlu melakukan sesuatu yang berbeda," kata sumber yang mengetahui pertemuan tersebut.
Tim kampanye pemilu Joe Biden belum mengomentari informasi ini.
Selain para tokoh senior tersebut, ada lima anggota DPR dari Partai Demokrat lainnya yang secara terbuka meminta Biden untuk menghentikan kampanye pemilihannya setelah kinerjanya yang buruk dalam debat dengan calon presiden dari Partai Republik Donald Trump.
Kelimanya adalah, Lloyd Doggett, Mike Quigley, Raul Grijalva, Seth Moulton, dan Angie Craig.
Dalam sebuah wawancara dengan ABC News pada 5 Juli 2024 lalu, Joe Biden menegaskan bahwa dia masih berpikiran jernih untuk melanjutkan tugasnya. Namun, beberapa anggota parlemen dari Partai Demokrat mengatakan wawancara selama 22 menit itu tidak mencapai tujuan yang diharapkan sang presiden.
“Wawancara tersebut tidak mengurangi kekhawatiran,” kata tokoh Partai Republik Adam Schiff.
Menurut Schiff, penampilan debat Biden telah menyebabkan warga Amerika mempertanyakan apakah sang presiden cukup sehat untuk mengalahkan Donald Trump dalam persaingan menuju Gedung Putih.
Meskipun ada tekanan yang meningkat, Biden mengumumkan bahwa dia tidak berencana mundur dari pencalonan. "Saya ingin mengatakan sejelas mungkin. Saya adalah Presiden Amerika Serikat saat ini, kandidat dari Partai Demokrat. Saya akan melanjutkan pencalonan," tulisnya di jejaring sosial X.
Meski sejumlah anggota Demokrat menginginkan Biden mundur dari pencalonan, tetapi masih banya tokoh veteran yang mendukungnya. Salah satunya adalah mantan Ketua DPR Nancy Pelosi yang menyatakan kepercayaan penuhnya kepada Presiden Biden dan berharap dapat menghadiri upacara pelantikannya untuk masa jabatan baru pada 20 Januari 2025.
Sumber : beritasatu.com
